Home » » MANAJEMEN HUMAS “HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN MASYARAKAT DALAM RANGKA SOSIALISASI TENTANG PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN”

MANAJEMEN HUMAS “HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN MASYARAKAT DALAM RANGKA SOSIALISASI TENTANG PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN”

Written By Unknown on Selasa, 15 November 2011 | 23.51

A. KONSEP PEMASARAN
Menurut saya Lembaga pendidikan adalah salah satu lembaga yang menjamin mutu pendidikan. Untuk memperkenalkannya ke masyarakat harus dilakukan sosialisasi dari rumah ke rumah, dari media, iklan, media audio, visual, maupun audio visual agar masyarakat bisa mengetahui visi-misi dari suatu lembaga pendidikan.
Manajemen lembaga kursus dan pelatihan bertujuan agar lembaga tetap hidup dan berkembang. Tujuan itu dapat dicapai dengan cara mempertahankan dan meningkatkan laba. Laba dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan cara mempertahankan dan meningkatkan penjualan yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah peserta didik yang mengikuti program kursus. Salah satu cara untuk mempertahankan dan meningkatkan penjualan adalah dengan meningkatkan kegiatanpemasaran secara insentif dan kontinyu. Pemasaran merupakan kegiatan harus dilakukan lembaga/perusahaan berupa membuat perencanaan, menentukan harga, produk, mendistribusikan barang dan jasa, serta promosi. Adapun proses pemasaran meliputi 6 tahap yaitu:
1. Analisis Kesempatan pasar
2. Pemilihan pasar sasaran
3. Strategi peningkatan posisi persaingan,
4. Pengembangan sistem pemasaran
5. Penyusunan rencana pemasaran, dan
6. Penerapan rencana dan pengendaliannya.
a. Tahap pertama adalah analisis kesempatan pasar dilakukan dengan cara menganalisis peluang pasar yang relevan agar dapat digunakan untuk mencapai tujuannya.
b. Tahap kedua penentuan pasar sasaran. Penentuan pasar sasaran yang akan dilayani oleh perusahaan. Penentuan pasar sasaran ini sulit sekali, karena keinginan, kebutuhan, kebiasaan dan reaksi kelompok konsumen adalah berbeda-beda. Oleh karena itu, untuk dapat melayani kebutuhan dan keinginan konsumen, lembaga kursus dan pelatihan harus menentukan segmentasi pasar dan menetapkan segmen pasar yang mana yang akan dilayani.
c. Tahap ketiga, menetapkan strategi persaingan pada pasar sasaran yang dilayani. Lembaga kursus dan pelatihan harus menetapkan produk dan jasa (program kursus) apa yang akan ditawarkan pada pasar sasaran.
d. Tahap keempat, mengembangkan sistem pemasaran. yang dapat menunjang tercapainya tujuan lembaga dalam melayani pasar sasaran.
e. Tahap kelima, mengembangkan rencana pemasaran. Rencana pemasaran ini sangat perlu karena keberhasilan lembaga kursus dan pelatihan terletak pada kualitas rencana pemasaran yang bersifat jangka panjang dan jangka pendek. Rencana pemasaran dapat mengarahkan kegiatan pemasaran dalam mencapai pasar sasaran. Komponen rencana pemasaran terdiri dari:
a) Analisis situasi pasar,
b) Tujuan dan sasaran pemasaran, dan
c) Strategi pemasaran
f. Tahap keenam, adalah melaksanakan dan mengendalikan rencana pemasaran yang telah disusun.
Berdasarkan penjelasan di atas, strategi pemasaran merupakan bagian dari perencanaan pemasaran yang merupakan tahap kelima dari proses pemasaran. Strategi pemasaran adalah alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan lembaga dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan progam pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut.
Strategi pemasaran memberikan arah dalam kaitannya dengan variabel segmentasi pasar, identifikasi pasar sasaran, pemosisisian, unsur bauran pemasaran, dan biaya bauran pemasaran. Strategi pemasaran dipandang sebagai salah satu dasar yang dipakai dalam menyusun rencana usaha, termasuk rencana pemasaran. Lebih-lebih dalam masa persaingan yang ketat, peranan strategi pemasaran semakin diandalkan untuk memenangkan persaingan
Untuk menyusun strategi pemasaran harus memperhatikan lingkungan pemasaran, karena dalam lingkungan pemasaran banyak variabel yang mempengaruhinya. Variabel lingkungan yang mempengaruhi pemasaran diantaranya:
1. Variabel yang dapat dikendalikan, yaitu variabel yang berkaitan dengan marketing mix seperti: produk, harga, distribusi dan promosi. Masing-masing faktor internal yang terkait dengan fungsi perusahaan itu dapat menunjukkan kekuatan dan kelemahan perusahaan. Faktor internal tersebut adalah faktor yang dapat dikendalikan oleh pimpinan perusahaan.
2. Variabel-variabel yang tidak dapat dikendalikan merupakan variable- variable yang terdapat dalam lingkungan pemasaran dan berpengaruh erat terhadap pemasaran. Pengendalian terhadap faktor-faktor ini lebih kecil, karena berada di luar perusahaan, tetapi berpengaruh terhadap pemasaran. Variabel-variabel ini antara lain faktor kondisi politik, hukum, perundang undangan dan social budaya. Faktor ini dapat mengakibatkan adanya peluang dan ancaman bagi pemasaran produk suatu perusahaan.
Strategi pemasaran pada dasarnya adalah suatu rencana taktik untuk memenangkan pasar dengan menggunakan kekuatan dan material yang dimiliki serta pemahaman potensi kekuatan pesaing. Ada 3 langkah pokok strategis pemasaran modern, yaitu: 1) segmentasi pasar, 2) penentuan pasar sasaran, dan 3) positioning.
1. Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah tindakan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari sebuah produk kedalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen. Segmentasi pasar dilakukan karena perilaku konsumen itu sangat beragam, sehingga perlu dilakukan segmentasi pasar agar menjadi lebih homogen. Adanya pasar yang lebih homogen akan memudahkan perusahaan menyusun program pemasaran yang jitu, sehingga program pemasaran yang dirancang akan meningkatkan penjualan dan dapat menghemat biaya. Segmentasi pasar yang efektif harus memenuhi kriteria dan syarat sebagai berikut:
a. Dapat diukur daya belinya.
b. Dapat dijangkau, baik lokasi maupun komunikasinya sehingga dapat dilayani secara efektif.
c. Cukup besar dan menguntungkan. Suatu kelompok konsumen akan pantas disebut segmen, jika kelompok tersebut cukup besar dan menguntungkan.
d. Dapat dilaksanakan sehingga semua program yang disusun dapat efektif.
e. Dapat dibedakan. Segmen-segmen dapat dibedakan secara konseptual dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap elemen elemen dan program-program bauran pemasaran yang berlainan.
Manfaat segmentassi pasar begi lembaga kursus dan pelatihan adalah:
a. Lembaga kursus dan pelatihan akan berada pada posisi yang lebih baik untuk mendapatkan kesempatan-kesempatan dalam pemasaran karena ia lebih mudah untuk mempelajari keinginan setiap segmen,
b. Lembaga kursus dan pelatihan dapat menggunakan kemampuannya yang ada untuk merespon pasar yang berbeda-beda secara baik, sehinggga dapat menghemat biaya, energi dan waktu.
c. Lembaga kursus dan pelatihan dapat mengatur produknya (program yang ditawarkan) dan marketing.
d. Lembaga kursus dan pelatihan memilih segmen mana yang berpotensi paling besar yang akan menjadi sasaran.
2. Penentuan Pasar Sasaran
Tahap selanjutnya adalah menentukan pasar sasaran. Penentuan pasar sasaran itu penting karena suatu lembaga kursus dan pelatihan yang memutuskan untuk beroperasi dalam beberapa pasar tidak mungkin untuk melayani seluruh pelanggan di pasar, sehingga ia harus menentukan secara pasti pasar mana yang akan dimasuki agar kegiatan pemasaran dapat berhasil dengan baik. Penentuan tentang segmen pasar mana yang akan dimasuki disebut pasar sasaran.
Alternatif strategi penentuan pasar yang dapat ditempuh oleh lembaga kursus dann pelatihan dalam memilih pasar sasaran adalah:
a. Pasar tidak dibeda-bedakan.
Berdasarkan strategi ini, lembaga kursus dan pelatihan menawarkan satu produk (program kursus) untuk semua konsumen dengan kegiatan yang sama. Contoh: Lembaga kursus dan pelatihan memasarkan hanya satu program misalnya kursus komputer untuk setiap konsumen, tanpa di bedabedakan.
b. Pasar dibeda-bedakan.
Berdasarkan strategi ini lembaga kursus dan pelatihan mengembangkan macam-macam program yang ditujukan kepada segmen pasar yang berbeda dengan program pemasaran yang berbeda pula untuk setiap segmen. Contoh: Lembaga kursus dan pelatihan mengembangkan produk berupa program pelatihan kursus computer yang berbeda yang diperuntukkan bagi segmen yang berbeda, misalnya komputer bagi pelajar SD, SMP, SMU/SMK, dan Umum.
Strategi pemasaran yang dibeda-bedakan ini akan meningkatkan biaya. Biaya-biaya itu antara lain:
1. Biaya modifikasi produk, meliputi biaya riset dan pengembangan produk
2. Biaya produksi meningkat
3. Biaya administrasi meningkat,
4. Biaya penyimpanan meningkat karena variasi produk makin banyak, sehingga membutuhkan tambahan fasilitas untuk penyimpanan.
5. Biaya promosi meningkat karena segmen yang dilayani itu bertambah banyak, sehingga perencanaaan dan media promosi akan berbeda pula.
c. Pasar terkonsentrasi
Berdasarkan strategi ini,perusahaan memusatkan pada segmen tertentu yang paling potensial, kemudian mengembangkan produk yang ideal untuk melayani segmen tersebut. Contoh: VW dulu hanya memusatkan perhatiannya pada kebutuhan konsumen akan mobil kecil dan praktis. Strategi ini akan memudahkan untuk melayani segmen pasar yang dimasuki karena ia mengetetahui betul kebutuhan dan keinginan konsumen yang tidak begitu banyak. Di samping itu, strategi ini akan menghemat biaya, baik biaya produksi, distribusi dan promosi.
d. Pemasaran atomisasi yaitu pemasaran individual yang dipuaskan, tidak semua produk dapat dilakukan atomisasi tetapi hanya produk-produk tertentu, misalnya: pakaian, rumah, dan mobil.
B. BAURAN PEMASARAN
Bauran Pemasaran dalam Klasifikasi Barang Konsumen dan untuk Barang industry.Adanya Klasifikasi barang konsumen maupun industry menurut penekanan pada aspek bauran pemasaran yang berbeda. Penekanan pada aspek 4P (Produk harga distribusi dan promosi) barang konsumen Untuk itu.
Ada 5 alat promosi yang harus diketahui oleh manajer yaitu (a) periklanan, (b) promosi penjualan, (c) hubungan masyarakat, (d) publisitas wiraniaga dan pemasaran langsung. Suatu perusahaan akan selalu mensubtitusikan satu alat promosi dengan yang lain. Banyak perusahaan yang mengganti kegiatan penjualan lapangan dengan iklan surat langsung atau lewat telepon. Faktor yang dipertimbangkan dalam menyusun Bauran Promosi yaitu:Jenis Pasar Produk, Tempat berjualan, apakah akan menggunakan strategi dorong atau tarik tingkat kesiapan konsumen untuk melakukan pembelian, tahap produk tingkat kesiapan konsumen untuk melakukan pembelian tahap produk dalam siklus hidup produk dan peringkat pasar perusahaan. Faktor yang menentukan bauran Promosi adalah (a) Faktor Produk,(b) Faktor Pasar, (c) Faktor
Pelanggan, (d) Faktor Anggaran.
C. RISET PASAR
Riset pasar adalah kegiatan penelitian dibidang pemasaran yang diakukan secara sistematis yang dilakukan secara bertahap melalui dari perumusan masalah, tujuan penelitian, pengumpulan data, pengolahan data, dan interpretasi penelitian. Hasil penelitian digunakan untuk memberi masukan pada pihak manajemen dalam rangka untuk identifikasi masalah dan pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah dalam rangka merumuskan strategi pemasaran guna merebut peluang pasar. Tujuan Riset Pasar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat sehingga dapat menjelaskan kenyataan yang ada secara obyektif.
Langkah Sistimatis dalam Riset Pemasaran adalah tindakan yang dilakukan secara teratur dan konsiten. Secara sistimatis dilakukan mulai dari perumusan masalah pengumpulan data, analisis data, dan pengujian hipotesis. Yang perlu diperhatikan dalam Identifikasi, pengumpulan data, analisis dan interpretasi hasil penelitian adalah sebagai berikut:
1. Identifikasi meliputi masalah manajemen dirumuskan kedalam masalah riset pemasaran (marketing research problem)
2. Menggunakan metode yang tepat untuk pengumpulan data
3. Menggunakan metode yang tepat untuk analisis data
4. Interpretasi.
Dalam melakukan Riset Pemasaran Manager dapat menghubungkan antara konsumen, Variabel Pemasaran, dan Lingkungan.Variabel Pemasaran yang dapat dikontrol adalah: (a) Produk,(b) Harga, (c) Promosi, (d) Distribusi. Sedangkan Variabel yang tidak dapat dikontrol adalah: (a) Kondisi ekonomi (b) Teknologi (c) Politik (d) Kompetisi (e) Perubahan Sosial
Salah satu teknik riset adalah menggunakan Riset Deskriptif adalah Riset yang mempunyai tujuan untuk menjelaskan Karakteristik Pasar yang dimaksud Karakteristik adalah Didahului dengan Hipotessis yang spesifik dan memiliki desain penelitian secara terstruktur,terencana dan tidak fleksible. Mengutamakan akurasi dan didasrkan pada pemahaman
suatu masalah sebelumnya Metode: survey observasi dan analisa data sekunder
Contoh:
ü Studi Pasar: Profil konsumen, kemampuan
ü Studi Pangsa Pasar
ü Analisis Penjualan yang dideskripsikan berdasarkan wilayah geografi, lini produk, psikografi.
ü Studi tentang citra: persepsi konsumen terhadap layanan /produk
ü Studi Penggunaan Produk: mendiskripsikan tentang pola konsumsi
ü Studi Deskripsi yaitu pola alur Distribusi, lokasi distributor/agen atau jumlah.
ü Studi tentang penetapan harga: meliputi frekuensi perubahan harga, respon konsumen terhadap perubahan harga.
ü Studi Periklanan: mempelajari kebiasaan memanfaatkan media profile konsumen pada program tertentu (majalah,TV)
Sumber data dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:data Primer, dan data Sekunder.Cara mendapatkan data Primer dengan metode komunikasi, metode Observasi Data Sekunder ada dibedakan dengan data Internal dan data External: Data sekunder adalah data yang sudah dipublikasikan contoh data Statistik dari Badan Resmi pemerintah atau swasta), Ensiklopedi, journal, Cara Pengumpulan Data Sekunder dengan Sensus, Sampling, Kasus Teknik Sampling. Teknik Sampling dapat dilakukan dengan Teknik Probabilitas dan Non Probabilitas.
ü Teknik Probabilitas dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut:
· Secara Simple Random Sampling (Random Sederhana)
· Secara Random Systimatik (Systematic Random sampling)
· Secara Random Bertahab (Random Multistage)
· Secara Random Bertingkat (Stratified Random Sampling) ini dapat dijabarkan menjadi sebagai berikut:Proporsional dan Disproporsional
· Secara Sampel Cluster
· Secara Sampel Kluster Berstrata (Stratifiede Cluster)
· Secara Multiple atau Sequensial (Berurutan )
ü Teknik Non Probabilitas
· Penilaian (Judgment)
· Convenience (Kenyamanan)
· Snowball (bola salju)
Analisis dan Interpretasi Data
Untuk keperluan Analisis data dapat digunakan dengan menggunakan program SPSS, sedangkan interpretasi data dapat dilakukan pada hasil yang diproses dengn SPSS.Topik topick yang dapat diangkat dalam penelitian sebagai berikut: (a) Survei kebutuhan produk dan layanan baru,(b)Mengukur sikap konsumen terhadap produk atau layanan baru,(c) Mengukur hubungan antara promosi dan penjualan, (d) Memprediksi penjualan, (e) Uji kualitas produk,(f) Mengukur kepuasan pelanggan,(g)Membandingkan produk atau layanan dengan competitor sejenis, heartMembuat model peramalan penjualan,(i)Membuat segmentasi pasar.
Dalam menganalisi data dapat digunakan dengan Analisis dengan SPSS. Contoh ini perlu diketahui pola hubungan antar variable bebas (X) dengan variabel tergantung (Y). Dalam metodologi penelitian kuantitatif ada lima jenis variable yaitu variable bebas,variable tergantung,variable control,variable moderat,variable perantara. Pada analitis kuantitatif /statistic dapat dilakukan dengan: (a) Distribusi Frekuensi dan Tabulasi Silang, (b) Uji Ketergantungan Chi Square, (c) Korelasi Non Parametrik Spearmen, (d) Korelasi Parametrik Pearson Produat Moment, (e) Regresi Linier Sederhana, (f) Regresi Linier Berganda, (g) Uji T (tes) untuk Dua Sampel Bebas, heart Uji T tes untuk Sampel Berpasangan guna mengukur Tingkat Kepuasan Pelanggan, (i) One Way Anova (satu faktor), (j)Time Series Metode Simple
PENGEMBANGAN DAYA SAING
Pengembangan daya saing dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah dengan Inovasi produk
A. INOVASI PRODUK
Bagi perusahaan yang menghasilkan barang maupun jasa dalam memilih program pengembangan Produk baru cenderung memilih system dengan proses formal. Inovasi Produk untuk LPK dapat dilakukan dengan cara yaitu:
a. Program/jurusan/produk dikemas untuk kepentingan pasar
b. Inovasi Kurikulum menyesuaikan Inovasi produk dan perangkat serta media dan model pembelajaran.
c. Peningkatan kualitas SDM melalui peningkatan Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui sertifikasi (pengajar, penguji/asesor).
d. Peningkaan pencitraan publik, melalui sertifikasi ISO, mengikuti kompetisi, expo, dll.
e. Peningkatan mutu layanan.
f. Pengelolaan lulusan, pendampingan, penyaluran ke dunia kerja.
g. Membangun kemitraan.
B. STANDARISASI LAYANAN
Layanan terhadap Pelanggan menjadi hal yang sangat esensial bagi setiap perusahan. Bagaimana suatu Layanan baik /prima yang dapat memberikan kepuasan pada pelanggan adalah suatu hal yang perlu dijaga dan diciptakan sehingga didapatkan konsumen yang loyal. Oleh karena itu agar selalu terjaga maka diperlukan layanan yang terstandart dan dapat diukur. Hasil dari pengukuran dapat digunakan sebagai umpan balik dan digunakan pertimbangan untuk keperluan pengembangan serta implementasi strategi peningkatan kepuasan pelanggan. Standardisasi Layanan yang didasrkan hasil pengukuran adalah sebagai berikut:
a. Layanan harus dapat mampu dan mengakomodasi keluhan pelanggan secara bebas dan terbuka tanpa mengeluarkan biaya apapun
b. Layanan harus mengandung substansi kekuatan produk Standar layanan dari hasil pengukuran.
c. Layanan harus dapat mengetahui alasan pelanggan berhenti dan pindah ke produk lain sehingga dapat meminimalkan custumer Loss rate
d. Layanan harus mengandung substansi bahwa perusahan selalu memberikan sinyal yang positif menaruh perhatihan terhadap apa yang dibutuhkan pelanggan
Oleh karena itu agar layanan itu terstandar maka perlu dibuat Standart operasional Prosedur layanan dari produk yang dipasarkan. Oleh karena jenis produk dan sasaran pasar berbeda maka
standartdisasi layanan perlu memperhatikan jenis produk yang dihasilkan, pelanggan sasaran. Standardisasi layanan pada prinsipnya digunakan untuk memperoleh kepuasan pelanggan yang diharapkan akan mampu diperoleh pelanggan yang loyal.
Pada prinsipnya kepuasan pelanggan itu dapat diukur dengan berbagai macam metode dan teknik. Pada bagian ini akan dibahas beberapa metode pengukuran Kepuasan Pelanggan. Agar LKP dapat memenuhi standart diatas maka sebuah LKP juga harus memenuhi standart yang ditetapkan olehPNFI tentang standart lembaga kursus dan pelatihan.
Teknik Pengukuran Kepuasan Pelanggan
Sebagaimana dijelaskan di depan bahwa metode survai merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam pengukuran kepuasan pelanggan. Metode survai kepuasan pelanggan dapat menggunakanpengukuran dengan berbagai cara sebagai berikut:
a. Pengukuran dapat dilakukan secara langsung dengan pertanyaan seperti “Ungkapan seberapa puas Saudara terhadap pelayanan LPK. A pada skala berikut sangat tidak puas, tidak puas, netral, puas, sangat puas” (directlly reported satifaction)
b. Responden diberi pertanyaan mengenai seberapa besar mereka mengharapkan suati atribut tertentu dan seberapa besar yang mereka rasakan (derived dissatifaction)
c. Responden diminta untuk menuliskan masalah-masalah yang mereka hadapi berkaitan dengan penawaran dari perusahaan dan menuliskan perbaikan-perbaikan yang mereka sarankan (problem analysis)
d. Responden dapat diminta untuk meranking sebagai elemen (atribut)dari penawaran berdasarkan derajat pentingnya setiap elemen dan seberapa baik kinerja perusahaan dalam masing-masing elemen (Importance – performance Ratings). Teknik ini dikenal pula dengan istilah importance-performance analysis (Martilla dan James, 1977).
C. PENERAPAN TEKNOLOGI
Dalam era kompetisi yang semakin ketat maka perkembangan teknologi tidak bisa diabaikan begitu saja. Lembaga harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi terkini. Penyelenggaraan kelembagaan diarahkan berbasis IT. Untuk itu sistem informasi manajemen bisa digunakan untuk pelayanan kebutuhan kelembagaan termasuk, promosi, peningkatan jaminan mutu layanan, akademik, pemasaran dan kemitraan.
Layanan Pasca lulusan membutuhkan teknologi informasi sehingga penawaran lulusan ataupun akses lowongan kerja atau bursa kerja dapat secara cepat dimanfaatkan sehingga mendukung lulusan terserap di dunia kerja, melalui internet Lembaga bisa menampilkan profil
lembaga untuk menunjukan existensinya serta bisa mengakses lulusan kepenjuru dunia.
D. TQQ (Total Quality Qontrol)
TQM (Total Quality Management) adalah sebuah konsep manajemen strategi pencapaian sukses jangka panjang yang ditujukan pada kepuasan pelanggan dengan dukungan dan partisipasi dari seluruh anggota organisasi kerja internal maupun eksternal, peningkatan proses, kinerja produk, kinerja pelayanan dan faktor-faktor kultural.Suatu devisi yang berhubungan langsung dengan pelanggan adalah bagian pemasaran. Semakin kompetitif produk perusahaan bersaing dipasaran maka perusahaan harus berorientasi pada kepuasan pelanggan. Kondisi persaingan dan kemajuan teknologi dan perkembangan perekonomian sangat mendorong pengembangan kualitas pelayanan dan kualitas produk perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu mengefektifkan devisi Total Quality Control (TQC).
Kualitas mutu pruduk dipengaruhi oleh bagaimana seseorang itu memperspektifkan untuk menentukan ciri-ciri yang pada dasarnya ada 3 orientasi yaitu perspektif, konsumen produk, dan proses. Kualitas jasa secara konsisten berdasarkan ketiga orientasi diatas dapat menyumbangkan perusahaan dalam menuju mendapatkan kepuasan pelanggan.
E. PENINGKATAN KUALITAS SDM (SUMBER DAYA MANUSIA )
Peningkatan Kualitas SDM dalam suatu lembaga dapat ditempuh melalui perencanaan SDM, Pengembangan SDM. Perencanaan SDM dimulai dari perencanaan kualifikasi, kuantifikasi, rekrutment SDM. Pengembangan SDM dapat melalui Pendidikan dan Latihan pengiriman kegiatan Ilmiah Workshop, dll.
F. KINERJA LEMBAGA, AKREDITASI LEMBAGA DAN AKREDITASI
Program Suatu Lembaga perlu mempunyai kinerja yang baik jika dinilai dari sudut pandang internal (QA) maupun external. Oleh karena itu perlu memahami adanya beberapa pendekatan pengukuran kinerja diantaranya adanya penilaian kinerja external Akreditasi lembaga.
Akreditasi adalah sebuah pengakuan kinerja yang diperoleh dari instansi yang berwenang yang dapat memperkuat posisi kelembagaanmaupun daya jual Lembaga. Banyak hal yang perlu
diperhatikan dalam pengelolaan Lembaga agar memperoleh posisi Akreditasi terakreditasi dan tidak terakreditasi diantaranya adalah perlu memahami indikator indikator dan parameter yang telah ditentukan oleh Badan Akreditasi Nasional PNF Komponen tersebut sudah tentu telah teruji dalam meningkatkan kinerja lembaga. Prestasi yang diperoleh sudah tentu tidak hanya pada tataran verbal pada Borang atau perangkat yang disusun namun semestinya lebih dari implementasi yang faktual dan riel bukan semu sesuai kondisi yang sebenarnya Dengan berdasarkan rambu-rambu aspek penilaian akreditasi maka beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
a. Lembaga harus mempunyai Visi, misi secara jelas mudah dipahami sesuai dengan standar dalam memformulasikan suatu Visi dan Misi.
b. Untuk mencapai Visi dan Misi maka lembaga perlu menyusun strategi yang akan ditempuh yang dituangkan dalam Renstra lembaga yang dicanangkan baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang.
c. Dalam Renstra yang di breakdown ke dalam program kerja, lembaga perlu menentukan (sasaran, target hasil dan target waktu, biaya )
d. Setiap akhir tahun hendaknya dievaluasi secara internal tentang target hasil yang telah dicapai sehingga dapat melakukan evaluasi diri, mengukur sejauh mana gap keberhasilan antara rencana dan realisasi atau gap ketidak tercapainya target hasil dengan rencana yang sudah ditentukan.
e. Hasil evaluasi kinerja tahunan dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk menyusun program kerja berikutnya sehingga bagaimana lembaga membuat rencana (Plan) dan bagaimana lembaga mengimplementasikan (Do), dan bagaimana Lembaga mengecek atau mengontrol dari perencanaan kedalam pelaksanaan sejauh mana penyimpanganya (Cek). selanjutnya bagaimana dari hasil cek tersebut digunakan dasar pertimbangan pada pelaksanaan lanjutan (Action ) begitu seterusnya jadi Proses PDCA (Plan,Do,Cek,dan Action) dilakukan secara berkelanjutan dan terus menerus.
f. Dalam penilaian kinerja pada dasaranya adalah berbasis data, untuk itu harus selalu didukung data physik, maka lembaga wajib selalu update data 5 tahun terakhir
g. Data data yang bersifat administratif perlu didokumentasi secara baik, data tentang prestasi yang berhasil diraih selama 5 tahun terakhir perlu didokumentasi guna data pendukung penilaian kinerja
h. Data tentang program sosial dan pengabdian kepada masyarakat selama 5 tahun terakhir perlu didokumentsi dengan baik
a. Dokumentasikan bentuk pengembangan yang telah dilakukan oleh lembaga, termasuk pengembangan metode pembelajaran atau kegiatan yang mendukung
Kompetisi
LKP atau Lembaga Pendidikan Kursus di Indonesia yang banyak didirikan pastilah bertujuan untuk tetap eksis berkembang maju untuk jangka panjang. Oleh karena itu dengan persaingan yang semakin tajam menuntut LPK harus berkinerja prima, baik di ukur dari aspek internal maupun eksternal ataupun pablik. Agar dapat memenangkan pasar maka perlu menjajaki pesaingnya, banyak cara yang bisa di lakukan agar dapat eksis dan upaya pencitraan public salah satunya dengan mengikuti kompetisi. Baik kompetisi kinerja institusi maupun prestasi anak didik dan berbagai kompetisi yang dilaksanakan oleh Direktorat atau departemen. Agar dapat memenangkan kompetisi hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
a. Mengetahui jenis kompetisi yang diselenggarakan oleh Diknas dan Direktorat serta Asosiasi atau lainnya.
b. Periode tahunan kompetisi yang biasanya ada dan dilakukan oleh penyelenggara.
c. Tujuan pentingnya kompetisi tersebut (Kompetensi apa yang dilombakan).
d. Mengetahui dan memahi materi-materi lomba yang ditetapkan/di patokkan.
e. Melatih calon peserta yang akan diajukan melalui kompetisi internal.
f. Pendampingan yang efektif dan efisien dalam mempersiapkan kompetisi.
g. Menerapkan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dalam berkompetisi
h. Membuat time schedule dimulai dari Perencanaan Penentuan Personnil, Penentuan Jenis Kompetisi, Penyiapan Kompetensi, sampai dengan Mengkoordinasikan, Menggerakan dan Mengontrol sejak merencanakan pelaksanaan maupun pasca kompetisi.
i. Mengevaluasi keberhasilan dan kegagalan dari track record kompetisi yang pernah diikuti.
j. Hasil evaluasi akan merupakan umpan balik untuk mengikuti kompetisi berikutnya.
Adapun jenis kompetisi yang dapat diikuti adalah dapat berupa lomba kinerja yang vterkait dengan kelembagaan tetapi juga lomba lomba Ketrampilan yang jenisnya dapat dilihat dalam table. Orientasi dan kompetensi lomba perlu diketahui agar dalam mepersiapkan lomba lebif efektif sehingga dapat diperoleh prestos yang dapat menaikan pencritraan public. Adapun Jelis Lomba diantaranya Lomba LKP Nasional, Anugerah Widya Karya Bhakti Kursus, Lomba Kompetensi, Jambore PTKPNF tingkat regional dan nasional, dan berbagai lomba lainnya baik nasional maupun internasional
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar di atas caranya
1. Masukkan Komentar anda di kolom komentar
2. Pada Kotak "Beri Komentar sebagai" pilih akun yang ada pada pilihan.
3. klik publikasikan.
5. isi code capta
6. tekan enter atau publikasikan.

Anda di perbolehkan berkomentar dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Komentar jangan mengandung SARA dan PORNO
2. Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan.
3. Tidak Boleh SPAM
4. Jangan meninggalkan Link aktif pada komentar. Komentar dengan Link Aktif akan dihapus.
5. Berkomentarlah sesuai dengan topik artikel

 
Support : Amalkan Ilmu Berbagi Untuk Semua | Blog SEO Arul
Copyright © 2013. Amriani Hamzah Dara Daeng Makassar - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger