Home » , » KONSEP DASAR ANALISIS KEBUTUHAN DIKLAT

KONSEP DASAR ANALISIS KEBUTUHAN DIKLAT

Written By Amriani Hamzah on Rabu, 30 Januari 2013 | 15.17

Pelatihan akan efektif apabila menggunakan pendekatan sistem. Salah satu sub sistem dalam pelatihan adalah Analisis Kebutuhan Diklat. Analisis kebutuhan diklat adalah suatu proses yang sistimatis dalam mengidentifikasi ketimpangan antara sasaran dengan keadaan nyata atau diskrepansi antara kinerja standard dan kinerja nyata yang penyelesaiannya melalui Diklat. Selain itu, analisis kebutuhan diklat merupakan analisis yang dilaksanakan secara sistimatis dan digunakan perancang diklat atau manajer SDM untuk memahami persoalan kinerja sumberdaya manusia dan menentukan jenis kegiatan yg diperlukan dalam proses pengembangan SDM.

Beberapa tujuan dilaksanakannya analisis kebutuhan diklat adalah :
a. Untuk mendapatkan data akurat yang diperlukan dalam pembuatan Analisis Kebutuhan Diklat.
b. Dasar Penyusunan program Diklat
c. Pedoman Organisasi dalam merancang bangun program Diklat
d. Masukan bagi Pimpinan organisasi dalam penyusunan kebijakan lebih lanjut
e. Menjaga dan meningkatkan produktivitas kerja pada organisasi.
f. Menghadapi kebijakan baru.
g. Menghadapi tugas-tugas baru.

Sedangkan manfaat dari analisis kebutuhan diklat beberapa diantaranya adalah :
a. Program-program diklat sesuai dgn kebutuhan organisasi, jabatan maupun individu
b. Menjaga & meningkatkan motivasi peserta dlm mengikuti diklat
c. Efisiensi biaya organisasi
d. Memahami penyebab timbulnya masalah dalam organisasi

Suatu analisa kebutuhan diklat harus mencakup sekurang-kurangnya tiga karakteristik sebagai berikut :
a. Data harus menyajikan kondisi aktual responden dan orang-orang terkait, baik itu mencakup kondisi saat ini maupun kondisi yang akan datang,
b. Tidak ada kebutuhan yang bersifat final dan lengkap. Kita harus menyadari bahwa pernyataan tentang kebutuhan diklat bersifat tentatif / sementara,
c. Ketimpangan seharusnya diidentifikasi dari produk dan proses. Bisa terjadinya produk yang baik tetapi proses untuk menghasilkan produk tersebut tidak efisien atau sebaliknya prosesnya efektif sesauai dengan target atau harapan.

A. Pendekatan Analisis Kebutuhan Diklat
Ada beberapa teknik yang digunakan dalam pendekatan analisis kebutuhan diklat dalam pencarian data yaitu :
a. RRA adalah bentuk kegiatan untuk mengumpulkan data / informasi oleh orang luar (peneliti, petugas lembaga, birokrat) yang kemudian membawanya keluar dan menganalisa sendiri. Sedangkan PRA adalah sebagai suatu bentuk kegiatan penggalian informasi dengan cara partisipatif (orang luar hanya sebagai pemandu, perantara, fasilitator) yang mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan menggali informasi dan masalah serta melakukan kegiatan oleh analisa oleh mereka sendiri.
b. DIF Analisis adalah teknik kebutuhan diklat yang didasarkan pada job analisa (analisa jabatan) yang diikuti dengan mencari tingkat kesulitan (Difficulties), tingkat kepentingan (Important) dan tingkat keseringan(Frequency). Berdasarkan tingkat tersebut dicari manakah dari analisa jabatan tersebut yang paling D, I, dan F.
c. Fokus dan Nominatif Grup adalah upaya penilaian kebutuhan diklat secara kualitatif dengan cara memusatkan pada kebutuhan diklat apa dalam satu kelompok sasaran. Didalam pelaksanaannya pendekatan teknik ini berpasangan dengan nominatif grup. Teknik nominatif grup adalah penelusuran kebutuhan diklat yang memusatkan pada materi diklat apa yang diunggulkan dalam satu unit kelompok sasaran penilaian kebutuhan diklat. Jadi antara fokus grup dan nominatif adalah proses yang berurutan.

B. Metode Pengambilan Data
Sebagaimana disebutkan dalam karakteristik analisa kebutuhan diklat data yang disajikan hendaknya aktual dan sahih (akurat). Agar data yang diperoleh akurat dan terpercaya maka dalam pelaksanaannya menggunakan metoda dan teknik yang tepat. Adapun metoda yang dapat digunakan dalam pengumpulan data adalah :

a. Rapid Rural Appraisal (RRA)
RRA adalah bentuk kegiatan untuk mengumpulkan data / informasi oleh orang luar (peneliti, petugas lembaga, birokrat) yang kemudian membawanya keluar dan menganalisa sendiri, Sehingga diperoleh pengorganisasian masalah. Dari pengorganisasian masalah dilakukan Trianggulasi data dengan menggunakan teknik PRA.

b. Participatory Rural Apraisal (PRA)
PRA adalah sebagai suatu bentuk kegiatan penggalian informasi dengan cara partisipatif (orang luar hanya sebagai pemandu, perantara, fasilitator) yang mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan menggali informasi dan masalah serta melakukan kegiatan oleh analisa oleh mereka sendiri. Dalam kegiatan praktek kerja lapang ini metode yang digunakan dalam PRA tidak keseluruhan metode, namun dibatasi pada metode:

- Transek adalah teknik PRA yang digunakan untuk memfasilitasi kegiatan penggalian informasi melalui pengamatan langsung ke lapangan dengan cara berjalan menelusuri wilayah desa mengikuti suatu lintasan tertentu yang disepakati.

- Observasi (partisipan, sistematik dan eksperimental) adalah metoda penggalian informasi yang mengandalkan pengamatan langsung di lapangan baik yang menyangkut kondisi lingkungan masyarakat dan lingkungan alam.

- Konsultasi kunci penggalian informasi kepada pelaku yang melakukan kegiatan tersebut di lapangan.

- Wawancara Semi Terstruktur (WST) adalah penggalian informasi dengan memberikan pertanyaan kepada pelaku dilapangan yang sistematis tentang pokok-pokok tertentu bersifat semi terbuka artinya jawaban tidak ditentukan dahulu, namun topik dibatasi oleh topik yang telah disepakati oleh tim PRA.

- Dokumentasi merupakan penguatan informasi berupa data atau gambar dilapangan.

C. Tahapan Pelaksanaan Analisis Kebutuhan Diklat

1. Infokus adalah melakukan analisa kebutuhan diklat terlebih dahulu ditentukan konteks fokus kegiatan, dalam kegiatan ini hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

Mengapa AKD dilakukan, cakupan AKD, Solusi yang diharapkan, Sumber informasi, catatan atau bukti dan lain-lain.

Fokus AKD umumnya menyangkut masalah kinerja yang meliputi produksi, motivasi kerja, sikap, efisiensi selain itu adanya inovasi baru dalam sistem dan teknologi.

2. Formulasi Objek (Masalah) adalah menentukan konteks fokus kegiatan diatas. Dalam tahap ini analisa kebutuhan diklat menetapkan tujuan AKD, bahan-bahan yang ada dapat dipergunakan untuk menyusun tujuan AKD dan dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam langkah selanjutnya.

3. Manajemen Alat dan Metoda adalah menentukan metoda dan peralatan yang akan digunakan dalam AKD, misalnya interview, observasi lapangan, survey dengan kuisioner. Setelah tahap tersebut adalah membuat instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data baik pedoman interview dan kuisioner lapangan. Dan pelu di ketahui siapa yang menjadi responden dan latar belakangnya.

4. Pengumpulan Data adalah pengumpulan data primer atau sekunder dimana data tersebut dapat diambil dari laporan tahunan, bulanan atau mingguan struktur organisasi dan masalah yang dihadapi organisasi. Data Primer dapat diambil dari hasil wawancara yang didapat dari observasi dan survey.

5. Analisa Data adalah tahap yang dilakukan bila data telah terkumpul baik data primer dan sekunder. Data tersebut dianalisa sesuai dengan teknik dan pendekatan yang digunakan. Analis dimulai dari tabulasi data.

6. Interpretasi Data adalah mengambil formulasi kesimpulan dari hasil analisa data yang dilakukan dengan mempertimbangkan faktor yang berpengaruh. Namun hasil ini belum bisa langsung diterima dan harus dikonfirmasikan dengan pihak terkait.

7. Pelaporan adalah tahap terakhir rangkaian kegiatan mengenai kesimpulan hasil analisa mengenai kebutuhan diklat. Ada beberapa hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : Siapa yang menggunakan hasil analisa, Informasi yang dimasukkan dalam laporan, Pengerjaan laporan.
baca juga artikel : http://blog-arul.blogspot.com/2013/05/cari-uang-lewat-ekioskucom.html
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar di atas caranya
1. Masukkan Komentar anda di kolom komentar
2. Pada Kotak "Beri Komentar sebagai" pilih akun yang ada pada pilihan.
3. klik publikasikan.
5. isi code capta
6. tekan enter atau publikasikan.

Anda di perbolehkan berkomentar dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Komentar jangan mengandung SARA dan PORNO
2. Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan.
3. Tidak Boleh SPAM
4. Jangan meninggalkan Link aktif pada komentar. Komentar dengan Link Aktif akan dihapus.
5. Berkomentarlah sesuai dengan topik artikel

 
Support : Amalkan Ilmu Berbagi Untuk Semua | Blog SEO Arul
Copyright © 2013. Amriani Hamzah Dara Daeng Makassar - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger